geliat usaha bengkel motor

About these ads

3 responses to “geliat usaha bengkel motor

  1. http://www.shoimprambudi.wordpress.com

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang
    Jumlah sepeda motor di DKI Jakarta mengalami peningkatan yang luar biasa dalam empat tahun terakhir ini. Peningkatannya mencapai 300 persen. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat jumlah sepeda motor tahun ini mencapai 3,5 juta unit. Berdasarkan data di Ditlantas Polda Metro Jaya, lonjakan kepemilikan sepeda motor mulai signifikan pada awal tahun 2000 yang mana saat itu tercatat 2.112.234 unit. Setahun berikutnya meingkat menjadi 2.446.450 unit. Dan sejak itu, jumlah kendaraan di wilayah Polda Metro Jaya yang membawahi wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang, tiap harinya bertambah 890 unit sehingga pada bulan September 2010 jumlahnya sudah mencapai 8,3 juta unit. Jumlah kendaraan roda dua yang begitu besar ini, secara otomatis memunculkan komunitas klub motor yang besar pula di dunia otomotif serta layanan berbagai kebutuhan otomotif khususnya kendaraan roda dua.
    Motor sebagai alat transportasi yang murah dan cepat merupakan pilihan utama kelompok masyarakat kelas menengah kebawah. Kendaraan ini bisa digunakan sebagai alat transportasi menuju tempat pekerjaan, namun bagi kelompok pengojek sepeda motor justru dijadikan sebagai alat mata pencarian sehari-hari. Maka tidaklah heran jika jumlah motor yang menghiasi jalan raya semakin hari semakin banyak.
    Pemilihan penggunaan sepeda motor dimulai dari awalnya krisis ekonomi global yang terjadi pada akhir dekade 90-an yang mana banyak pemilik mobil tua mengganti kendaraannya dengan roda dua agar lebih berhemat. Seiring dengan kondisi yang ada saat itu, produsen maupun dealer yang bekerja sama dengan leasing memanfaatkan situasi melalui penjualan kredit dengan uang muka dan cicilan rendah sehingga masyarakat kelas bawah bisa mendapatkanya melalui sistem kredit.
    Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh dealer motor, membuat pembeli dan pengguna kendaraan roda dua ini semakin meningkat setiap harinya. Selain karena kemudahan sistem kepemilikan, dorongan pilihan pada motor adalah murahnya biaya operasionalisasi serta perawatannya. Alasan yang paling logis dari para pengguna adalah menggunakan motor lebih paraktis dengan keadaan jalan raya yang selalu ramai dengan kemacetan dan kebutuhan akses transportasi yang serba cepat.
    Selain kemudahan transportasi yang bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat dengan mudah dan cepat, banyaknya penguna motor memunculkan berbagai layanan service motor (bengkel) di berbagai tempat. Kebutuhan bengkel memang sangat tinggi, karena kesibukan dan kepadatan aktivitas para pengguna motor, sehingga sedikit sekali mereka yang memiliki kesempatan untuk merawat/ memperbaiki motornya sendiri. Jalan satu-satunya yang dianggap paling praktis untuk melakukan perawatan motor adalah membawanya ke jasa bengkel motor.
    Perawatan motor menggunakan jasa bengkel lebih meyakinkan karena ditangani oleh para teknisi yang berkompeten dalam bidang mesin otomotif. Salah satu bengkel yang menyediakan layanan service motor dengan baik adalah bengkel “Kribo Motor” yang berada di Jl. Kertamukti Pisangan Ciputat-Timur, Tangerang Selatan. Bengkel ini memberikan layanan yang sangat bagus, dan juga ditangani oleh para teknisi yang memang memahami akan seluk-beluk mesin motor dan otomotif.
    Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis melakukan observasi tentang layanan jasa bengkel kribo motor dan bagaimana manajemen pengembangan usaha bengkel sampai berkembang seperti saat ini.

    B. Maksud dan Tujuan
    Maksud dari observasi ini adalah untuk menerapkan ilmu pengetahuan tentang Kewiraushaan, serta menggali informasi yang akurat tentang pengembangan dan pengelolan wirausaha khususnya usaha bengkel motor.
    Tujuan dari observasi ini adalah untuk memenuhi tugas mandiri pada Mata Kuliah Kewirausahan, serta penambahan khazanah keilmuan penulis tentang strategi berwirausaha.
    C. Metode Pengumpulan Data
    1. Wawancara
    Wawancara yang dilakukan adalah dengan pemilik usaha bengkel Kribo Motor Bapak Sumani, serta kepada beberapa orang karyawan yang bekerja di bengkel tersebut.
    2. Observasi
    Observasi adalah mengamati baik secara langsung dan tidak langsung dengan keberadan bengkel Kribo Motor.
    3. Kepustakaan
    Metode ini dugunakan untuk mendukung data-data yang berhubungan dengan objek pengamatan baik melalui media buku maupun internet.

    D. Ruang Lingkup
    Karena keterbatasan waktu, tenaga, serta kemampuan penulis, maka Untuk mempermudah kegiatan observasi ini, pemakalah membatasi objek penelitian pada sistem dan pengelolan serta layanan bengkel Kribo motor saja.

    BAB II
    GELIAT PELUANG USAHA BENGKEL MOTOR

    A. Profil Usaha

    Kribo Motor adalah sebuah bengkel yang melayani service kendaraan roda dua, mulai dari Service ringan, tune-up, Spare parts, samapi service besar (turun mesin). Usaha bengkel ini di mulai sejak tahun 2003 yang lalu, dengan pemilihan lokasi di Jalan Kertamukti, Pisangan Ciputat-Timur. Pak Sumani, pemilik usaha bengkel kribo motor ini menyatakan tujuan membuka usaha ini adalah untuk mengembangkan sebagian hobinya dalam teknik mesin, juga sebagai cara untuk melepaskan dirinya dari ikatan sebagai pekerja dengan cara membuka usaha sendiri.
    Pak Sumani, adalah pria kelahiran Ponorogo Jawa timur tahun 1976. Bapak dari 1 orang anak ini, Semasa kecilnya hidup dan besar sebagai keluarga yang sangat pas-pasan bahkan boleh di bilang sebagai keluarga miskin. Menurutnya, karena minimnya keuangan dan perekonomian keluarga, Sumani kecil-pun tak sempat mengenyam pendidikan tinggi, dan hanya mampu mengikuti pendidikan formal sampai tingkat Sekolah Dasar (SD). Bahkan menurutnya, semasa kecil ia bekerja sebagai buruh ternak pada beberapa tetangganya dengan imbalan ternak pula ketika hewan tersebut sudah melahirkan anak. Satu hal yang membuat Ia memiliki mental dan jiwa yang kuat adalah bagaimana belajar dengan lingkungan dan memperkaya pengalaman dari manapun dan dimanapun kita hidup.
    Pada tahun 1995 Sumani hijrah ke Jakarta dengan tujuan mencari pekerjaan yang layak. Untung nasib sedang beruntung, ia diterima kerja sebagai karyawan di sebuah bengkel resmi Yamaha di Jl. Ir Juanda Ciputat pada tahun yang sama. Ia sangat bangga dan senang dengan pekerjaan ini, karena ia memang memiliki hobi yang dalam dengan kegiatan montir. Namun, setelah bekerja selama 7 tahun di bengkel Yamaha, ia merasa mulai tertekan dengan berbagai peraturan di tempatnya bekerja. dan lagi Ia menambahkan, penghasilan sebagai seorang karyawan service motor, dirasa sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan keluarganya.
    Dengan kondisi tekanan yang menempa hidupnya, akhirnya Pak Sumani memilih berhenti bekerja sebagai karyawan dan membuka usaha bengkel motor sendiri yang di beri nama “Kribo Motor”. Usaha bengkel ini dirintis sejak tahun 2003, dengan mengandalkan berbagai pengalaman yang ia terima semasa bekerja di bengkel Yamaha. Dengan sebuah dorongan keyakinan dan kecintaan terhadap permesinan motor, Ia sangat yakin bahwa suatu saat bengkelnya akan berkembang pesat. Itulah mimpinya yang selama ini dipendam, selain mengentaskan diri sebagai wirausaha, ini sebagai langkah untuk menunjukkan kemampuanya membuat usaha, memberikan peluang pekerjaan dan tentunya meningkatkan taraf perekonomian keluarga.
    Perkembangan usaha bengkel tersebut memang sangat menjajikan, hal ini seperti yang diungkapkan oleh Pak Sumani, bahwa usaha ini mampu menghasilkan omset antara 20-30 juta per bulan. Dari pendapatan ini, bisa dikategorikan sebagai usaha yang berhasil, karena dari penghasilan bengkel ini mampu memenuhi kebutuhan keluarga bahkan juga mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
    Setelah berjalan 3 tahun, bengkel ini memiliki pelanggan yang sangat ramai, dan untuk mengantisipasi banyaknya pelanggan pak Sumani merekrut 3 orang karyawan sebagai teknisi mesin. Perekrutan ini diperlukan untuk mengantisipasi melonjaknya pelanggan juga sebagai strategi untuk memperbaiki kualitas layanan. Dengan mempekerjakan para lulusan dari pendidikan otomotif, Pak Sumani semakin optimis dengan kinerja mereka akan semakin menunjang keberadaan bengkel Kribo Motor.

    B. Layanan Bengkel Motor

    Kegiatan operasionalisasi bengkel Kribo Motor memberikan layanan perbaikan dan perawatan dari jam 07.30-17.00 WIB. Dan khusus pada hari Jum’at bengkel ini tidak membuka layanan/ libur. Menurut Pak Sumani, dipilih hari Jum’at untuk libur karena ingin memberikan waktu istirahat kepada karyawan dan juga sebagai penghormatan kepada kaum muslim untuk menjalankan ibadah.
    Dengan diperbantukan oleh tiga orang karyawan yakni; Eko, Wahyu dan Jono, dalam sehari bengkel Pak Sumani mampu melayani service motor antara 10 sampai 18 unit. Namun semua juga bergantung pada jumlah pelanggan yang datang serta tingkat kerusakan pada motor yang hendak diperbaiki. Dari hasil wawancara dan observasi yang telah saya lakukan, jumlah pengguna jasa bengkel Kribo Motor terus meningkat. Indikasi ini dapat saya lihat secara langsung ketika jumlah motor yang parkir di halaman bengkel setiap harinya semakin banyak dan terus meningkat. Sebuah prestasi yang sangat luar biasa atas pengembangan usaha bengkel yang ditekuni oleh Pak Sumani.
    Berdasarkan keterangan dari Pak Sumani sebagai pengelola sekaligus pemilik bengkel Kribo Motor, ada beberapa hal kunci yang membuat bengkel ini terus diminati oleh berbagai pelanggan, yaitu;
    1. Ramah kepada setiap pengunjung,
    2. Apik (telaten) dalam mengerjakan permintaan pelanggan,
    3. Menjaga kebersihan baik motor yang diperbaiki maupun ruangan tempat kerja,
    4. Memberikan kompetisi harga relatif lebih murah dari pada bengkel lain yang ada,
    5. Layanan klaim gratis apabila konsumen kurang cocok dengan service tahap pertama,
    6. Menyediakan hiburan bagi pelanggan yang sedang menunggu perbaikan motornya berupa Televisi, Bacaan koran Otomotif, serta tersedianya kopi gratis bagi mereka yang mengkonsumsinya,
    7. Pemenuhan perlengkapan dan berbagai peralatan service,

    Eko, salah satu karyawan bengkel menuturkan, ia merasa betah bekerja di bengkel Kribo Motor, selain Ia memang memiliki keahlian di bidang otomotif motor khususnya, ia merasa nyaman bekerja disini. Pak Sumani selalu memberikan contoh tindakan bekerja yang baik dan efektif serta bagaiman memberikan kepuasan kepada pelanggan. Bukan hanya itu, dari hasilnya bekerja Ia mendapatkan imbalan yang lumayan cukup, berupa gaji bulanan dan uang makan harian. Begitu juga halnya ketika saya menanyakan alasan kepada dua orang karyawan lain bisa betah bekerja di bengkel ini.

    C. Manajemen pengelolaan Bengkel
    Untuk menjaga kepuasan pelanggan pengguna jasa service bengkel Kribo motor, pengelola menerpakan berbagai strategi dan taktik. Hal ini memang sangat diperlukan dalam bentuk apapun usahanya, termasuk juga dalam layanan bengkel. Dari hasil observasi dan wawancara yang telah saya lakukan, ada beberapa hal yang menjadi kunci utama dalam proses manajemen dan pengelolaan bengkel Kribo Motor, yaitu;
    1. Memberikan layanan yang optimal kepada setiap pelanggan,
    2. Memberikan service sesuai dengan keinginan pelanggan agar kebutuhanya bisa terpenuhi,
    3. Menata secara efektif dan praktis semua peralatan kerja yang ada sehingga terlihat menarik,
    4. Bekerja sama dengan berbagai distributor spare parts motor sehingga kebutuhan spareparts bisa terpenuhi dengan cepat,
    5. Meningkatkan wawasan pengetahuan tentang otomotif baik melalui buku yang relevan ataupun kursus di tempat lain,
    Peranan Pak Sumani sebagai pemilik sekaligus pengelola, adalah menjadi manajer dalam usaha ini. Sebagai manajer, tentunya Ia harus memiliki ketrampilan dalam mengatur dan membudayakan aturan dalam bekerja bagi semua karyawan. Aturan tersebut semata-mata ditujukan untuk memberikan kepuasan dan kenyaman bagi para pelanggan yang datang. Selain itu, menurutnya hal yang paling penting bagi pemimpin adalah memberikan contoh kinerja yang baik bagi para bawahan. Karyawan tidak harus ditegur dengan perkataan apalagi dengan perintah. Dengan memberikan contoh tindakan dan kedisiplinan kerja, maka secara berangsur-angsur budaya kinerja produktif dan disiplin tinggi menyatu dalam operasionalisasi usaha ini.

    D. Strenght (Kekuatan)
    Beberapa hal yang membuat usaha bengkel ini memiliki banyak pelanggan adalah karena faktor dukungan yang ada ada dari sisi internal usaha itu sendiri. Dari hasil observasi yang telah saya lakukan, ada beberapa hal yang menjadi kekuatan inti dari eksistensi kelangsungan usaha bengkel ini. Antara lain;
    1. Tersedianya berbagai peralatan service, mulai dari macam-macam kunci, kompresor, mesin gerinda, mesin pres, rak kunci, dll.
    2. Memiliki tiga orang tekhnisi yang menguasai perbaikan mesin motor secara baik,
    3. Berada di daerah yang strategis, dan memiliki jarak yang ideal dengan pesaing lain pada usaha bengkel yang serupa,
    4. Mampu melayani berbagai perbaikan dan perawatan motor baik kecil maupun besar,
    5. Memberikan harga yang relatif lebih murah dibandingkan bengekel yang serupa.
    Dari berbagai sumber daya yang dimiliki di sisi internal usaha, dengan dorongan kesungguhan dan keyakinan pak Sumani menjalankan bengkel ini dengan sangat baik dan siap menghadapi berbagai tantangan kompetisi usaha.

    E. Weakness (kelemahan)
    Sekalipun telah memiliki berbagai modal yang telah saya sebutkan dalam analisa kekuatan, dalam proses kegiatanya bengkel Kribo Motor masih terdapat berbagai kelemahan. Berdasarkan hasil observasi yang telah saya lakukan beberapa kelemahan yang ada di bengkel ini adalah;
    1. Pengelola bengkel bukanlah dari seorang yang berlatar belakang pendidikan otomotif, melainkan seorang yang memiliki hobi dan ketrampilan secara otodidak mengenai permesinan motor,
    2. Ruang kerja yang dimiliki hanya mampu menampung motor sebanyak 5 unit untuk sekali service,
    3. Belum memiliki tempat parkir yang memadai, sehingga jika pelanggan sedang banyak terpaksa memakir motornya di pinggir jalan.
    4. Keterbatasan ruang kerja membuat penataan peralatan dan sarana lain sesimpel mungkin, dan berkesan bertumpuk-tumpuk,
    5. Belum tersedia ruang tunggu yang memadai bagi para pengguna jasa bengkel.
    Kelemahan-kelemahann yang muncul tersebut bukan tidak disadari oleh Pak Sumani. Akan tetapi, semuanya bisa diantisipasi dengan berbagai cara. Sementara untuk menghindari kelemahan tersebut secara menyeluruh, Pak Sumani mengatakan ini perlu proses, dan tidak serta-merta bisa mengubah keadaan dalam waktu yang singkat. Dengan munculnya berbagai kelemahan tersebut, menjadi tonggak sebuah usaha untuk terus membenahi diri baik dari sisi internal maupun eksternal.

    F. Opportunity (peluang)
    Lonjakan pertumbuhan dan jumlah pengguna motor di daerah ciputat dan sekitarnya, membangkitkan inspirasi tersendiri bagi Pak Sumani selaku pengelola bengkel Kribo Motor. Menurutnya, beberapa peluang terhadap usaha bengkel ini adalah sebagai berikut;
    1. Jumlah motor yang semakin banyak akan berakibat pada kebutuhan menggunakan jasa bengkel semakin meningkat pula,
    2. Memiliki lokasi yang cukup ideal, artinya memiliki jarak yang terhitung jauh dari bengkel lain yang memberikan layanan jasa sejenis,
    3. Harga murah dan pelayanan yang baik meningkatkan jumlah pelanggan yang menggunakan jasa bengkel ini,
    4. Ketrampilan yang dimiliki teknisi menjadi keunggulan serice.
    Atas analisa peluang inilah bengkel Kribo Motor meyakini jika ia mampu diterima oleh konsumen sebagai tempat memenuhi kebutuha layanan service motor. Pengelola juga mengatakan dengan adanya peluang-peluang yang muncul, akan dapat diciptakan sebuah kesuksesan usaha dengan jaminan mutu layanan.

    G. Threath (ancaman)
    Dalam menjalani sebuah usaha, tak ada satupun usaha yang bisa menjauh dari ancaman. Dengan hadirnya berbagai ancaman baik dari dalam maupun dari luar, menjadi sebuah parameter sendiri bagi pengelola usaha untuk memaksimalkan berbagai kegiatan usahanya agar bisa terhindar dari berbagai ancaman yang muncul tersebut. Begitu juga halnya dengan bengkel Kribo Motor, banyak sekali ancaman yang setiap saat bisa menggusur usaha ini. Adapun berbagai ancaman itu misalnya;
    1. Munculnya berbagai usaha bengkel yang serupa membuat persaingan usaha semakin ketat,
    2. Keterbatasan kapasitas ruang service dan parkir akan menjadi salah satu faktor menurunya kepuasan pelanggan,
    3. Persaingan promosi usaha melalui berbagai media menjadi kendala mendapatkan informasi bagi pelanggan dan calon pelanggan,
    4. Pengelolaan dan manajemen konvensional akan sangat riskan dengan berbagai perubahan yang terjadi.
    Munculnya ancaman yang serius menjadikan motovasi tersendiri bagi pengelola bengkel untuk terus berbenah. Perbaikan secara berkelanjutan dimaksudkan untuk mencapai kepuasan pelanggan dan sebagai jalan untuk memenangkan persaingan dalam usaha.

    BAB III
    PENUTUP

    A. Kesimpulan
    Dalam setiap lingkungan kelompok masyarakat selalu menyajikan dan menyediakan berbagai peluang usaha yang sesuai dengan kebutuhan kelompok masyarakat tersebut. Dengan membangkitkan berbagai ide yang ada, kita bisa melahirkan berbagai inspirasi tentang berbagai peluang usaha yang potensial dan bisa bertahan di kalangan konsumen. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pak Sumani. Beliau mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekitar Kampus UIN, Pisangan, Ciputat Timur, dll atas layanan jasa bengekel. Maka dengan analisis dari kebutuhan tersebut, Ia-pun membuka bengkel Kribo Motor yang melayani jasa perbaikan dan perawatan kendaraan roda dua.
    Untuk menjamin kepuasan para pelanggan bengkelnya, beliau menerapkan sistem pelayanan dengan ramah, bersih, apik dan telaten. Hal itu menjadi kunci utama kesuksesan bengkel Pak Sumani. Selain itu, pengelolaan ruangan yang baik, serta kinerja yang efektif akan semakin meningkatkan kepuasan konsumen terhadap hasil kerja para pengelola bengkel.
    Kunci lain pelayanan usaha bengkel adalah keramahan terhadap setiap pelanggan. Sikap sopan akan membawa dampak suasana yang nyaman, sehingga pelanggan akan semakin merasa puas baik dari segi kerja fisik maupun layanan kenyamanan.

    B. Saran

    Berkembangnya arus teknologi dengan begitu pesatnya, menuntut kecermatan bagi para pelaku usaha untuk bisa mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi. Pengelolaan bengkel yang dilakukan secara kovensional, bukan tidak mungkin lambat laun akan tersisihkan dari sengitnya persaingan bisnis. Untuk mengantisipasi tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pengelola Kribo Motor, yaitu;
    1. Memperbaiki sarana bengkel terutama ruang kerja, ruang tunggu, dan sarana tempat parkir,
    2. Meningkatkan dengan berkesinambungan ketrampilan para teknisi agar terus mampu mengantisipasi perubahan jenis teknologi otomotif,
    3. Bila memungkinkan, mencari tempat usaha yang baru dengan analisa lebih strategis dan lebih mendekati pasar konsumen,
    4. Peningkatan perlengkapan peralatan service, khususnya peralatan yang menggunakan teknologi.
    Berbagai perubahan yang terjadi dalam lingkungan teknologi otomotif, perlu diantisipasi sebagai taktik untuk memenangkan persaingan usaha yang dikelola. Beberapa saran tersebut, bisa menjadi acuan yang mungkin akan bermanfaat akan kelangsungan hidup usaha Kribo Motor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s