Perencanaan Pendidikan

About these ads

3 responses to “Perencanaan Pendidikan

  1. KONSEP DASAR PERENCANAAN PENDIDIKAN

    1. Pengertian Perencanaan Pendidikan
    a. Konsep Dasar Perencanaan
    Banyak yang memberikan definisi tentang perencanaan diantaranya:
    Perencanaan merupakan kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan mengatur pendayagunaan manusia, informasi, finansial, metode dan waktu untuk memaksimalisasi efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan. ( Ulbert Silalahi ).
    Perencanaan adalah menentukan apa yang dilakukan, Didalamnya terkandung rangkaian yang luas dan penjelasan tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, metode, prosedur dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari ( Wiliam H. Newman dalam Abdul Majid ).
    Menurut Bintoro Tjokroamidjodjo, perencanaan adalah :
    • Dalam arti luas adalah proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan.
    • Cara bagaimana mencapai tujuan sebaik-baiknya (maximum output) dengan sumber yang telah ada supaya lebih efisien dan efektif.
    • Penentuan tujuan yang akan dicapai atau yang akan dilakukan, bagaimana, bilamana, dan oleh siapa.
    Dengan demikian perencanaan dapat diartikan sebagai kegiatan menentukan tujuan serta merumuskan, mengatur pendayagunaan sumber-sumber : informasi, finansial, metode waktu yang diikuti dengan pengambilan keputusan serta penjelasanya tentang pencapaian tujaun, penentuan kebijakan, program, metode-metode, dan prosedur tertentu dan penentuan jadwal kegiatan.
    Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan terdapat lima unsur :
    • Tujuan yang akan dicapai dari sesuatu yang direncanakan.
    • Adanya rangkaian kegiatan yang tersusun secara sistematis untuk mencapai tujuan.
    • Sumber daya manusia yang melaksanakan rencana.
    • Penetapan waktu.
    • Pelaksanaan rencana ke dalam kegiatan yang konkrit dan nyata serta mudah diaplikasikan.

    b. Konsep Dasar Pendidikan
    Pendidikan dapat diartikan sebagai kegiatan seseorang yang membimbing dan memimpin anak menuju ke pertumbuhan dan perkembangan secara optimal agar dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab.
    Beberapa pakar memberikan rumusan yang berbeda tentang makna pendidikan diantarnya :
     John Dawey : Pendidikan merupakan suatu proses pembentukan kecakapan mendasar secara intelektual dan emosional sesama manusia.
     JJ. Rouseau : Pendidikan merupakn memberikan bekal apa yang tidak kita butuhkan pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita butuhkan pada saat dewasa.
     Langeveld : Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan untuk mempengaruhi dan membmbing anak ke arah kedewasaan agar anak cekatan dan mampu melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
     Ki Hajar Dewantara : Pendidikan merupakan proses menuntun segala kodrat yang terdapat dalam diri anak sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat agar bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
     Zahra Idris : Pendidikan merupakan serangkaian interaksi antara manusia dewasa dengan anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan perkembangan potensi anak secara maksimal agar menjadi manusia dewasa.
     Ahmad D. Marimba : Pendidikan merupakan pemberian bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian utama.

    Menurut Amir Daien Indrakusuma, terdapat beberapa hal pokok dalam rumusan tentang pendidikan adalah :
     Pendidikan itu adalah suatu usaha manusia.
     Usaha itu dilakukan dengan sengaja atau secara sadar.
     Usaha tersebut dilakukan oleh orang-orang yang merasa bertanggung jawab terhadap masa depan anak didiknya.
     Usaha yang dilakukan berupa bantuan atau bimbingan rohani yang dilakukan secara teratur dan sistematis.
     Obyek utama dalam pendidikan adalah anak didik / peserta didik yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan atau meraka yang masih memerlukan pendidikan.
     Batas / sasaran akhir pendidikan adalah tingkat dewasa atau kedewasaan.
    Dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar oleh orang dewasa / pendidik untuk membawa anak / peserta didik menuju kedewasaan melalui proses bimbingan yang dilakukan secara teratur dan sistematis.
    Secara nasional pendidikan dirumuskan : Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya utnuk memiliki kekuatan spiritual, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan bagi dirinya, msyarakat, bangsa dan negara.

    c. Konsep Dasar Perencanaan Pendidikan
    Beberapa pakar telah memberikan pengertian yang berbeda tentang perencanaan pendidikan diantaranya :
     Guruge : Perencanaan Pendidikan adalah proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan sebagai tugas perencana pendidikan.
     Comb : Perencanaan Pendidikan adalah aplikasi analisi rasional dan sistematik dalam proses pengembangan pendidikan yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendidikan dalam usahanya memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, baik tujuan yang berhubungan dengan anak didik maupun masyarakat.
     Yusuf Enoch : Perencanaan Pendidikan adalah proses penyusunan alternatif kebijaksanaan mengatasi masalah yang akan dilaksanakan dalam rangaka mencapai tujuan pembangunan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dibidang sosial ekonomi, sosial budaya dan pembangunan menyeluruh terhadap pendidikan nasional.
    Beberapa unsur yang terdapat dalam proses perencanaan pendidikan :
     Merupakan analisis rasional dan sistematik.
     Merupakan proses pembangunan dan pengembangan pendidikan.
     Merupakan kegiatan investasi di bidang pendidikan pada masa yang akan datang.
     Merupakan suatu proses penyusunan alternatif kebijaksanaan.
     Prinsip efektivitas dan efisiensi.
     Kebutuhan dan tujuan peserta didik pada sistem pendidikan yang dikembangkan.

    2. Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan
    Menurut Jumberensjah Indar, ruang lingkup perencanaan pendidikan meliputi :
     Teori dasar perencanaan pendidikan.
     Langkah penilaian terhadap pelaksanaan perencanaan pendidikan.
     Hubungan antara perencanaan pendidikan dengan sektor ekonomi.
     Bentuk-bentuk pendekatan yang akan diterapkan.
     Bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin dalam rumusan perencanaan pendidikan.
    Sedangkan menurut Udin Syaifuddin, ruang lingkup perencanaan pendidikan meliputi :
     Kajian terhadap hasil perencanaan pendidikan sebelumnya.
     Rumusan tentang tujuan perencanaan pendidikan.
     Pengembangan program dan proyek sebagai operasionalisasi prioritas yang ditetapkan.
     Scedulling, mengatur dan menemukan dua aspek keseluruhan program dan prioritas secara teratur dan cermat.
     Implementasi rencana.
     Evaluasi dan revisi.
    Selain hal itu, perlu juga diperhatikan beberapa hal kaitanya dengan ruang lingkup perencanaan pendidikan yakni :
     Arus siswa.
     Pembangunan fisik sarana dan prasarana.
     Masalah tujuan pendidikan.
     Modernisasi disegala bidang.
     Proses belajar mengajar di sekolah.

    3. Tujuan Perencanaan Pendidikan
    Adapaun tujuan diadakanya perencanaan pendidikan adalah :
     Menyajikan rancangan keputusan-keputusan atasan untuk disetujui pejabat nasional yang berwenang.
     Menyediakan pola kegiatan-kegiatan secara matang dalam berbagai bidang / satuan kerja yang bertanggung jawab untuk melakukan kebijaksanaan.
     Mencari kebenaran atas fakta yang diperoleh atau disajikan agar dapat diterima oleh stake holder pendidikan.
     Menentukan tindakan yang akan dilakukan dan diorientasikan pada masa yang akan datang.
     Meyakinkan secara logis dan rasional kepada stake holder pendidikan terhadap pendidikan.

    4. Manfaat Perencanaan Pendidikan
    Dalam setiap kegiatan perencanaan memberikan manfaat yang lebih terhadap hasil yang dicapai, dalam bidang perencanaan pendidikan ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan :
     Petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
     Pola dasar dalam rangaka mengatur tugas dan wewenang.
     Pedoman kerja bagi setiap unsur.
     Alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan.
     Sebagai bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
     Menghemat waktu, tenaga, peralatan dan biaya.
    Udin Syaefuddin Sa’ud dan Abin Syamsudin Makmun mengemukakan arti pentingnya perencanaan pendidikan :
     Tumbuhnya suatu pengarahan, pedoman bagi pelaksanaan kegaiatan yang ditujukan pada pencapaian tujuan.
     Dapat dilakukan sutau perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui.
     Memberikan kesempatan untuk memilih alternatif tentang cara yang terbaik.
     Dapat dilakukan penyusunan skala prioritas.
     Sebagai alat pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan atau evaluasi terhadap kinerja usaha.

    5. Fungsi Perencanaan Pendidikan
    Beberapa fungsi perencanaan pendidikan hampir sama dengan perencanaa pada umumnya yaitu :
     Sebagai pola dasar dan petunjuk dalam mengambil keputusan tentang bagaimana dan jalan apa yang dilakukan dalam mencapai tujuan.
     Sebagai pedoman dan pengendalian pelaksanaan pendidikan.
     Menghindari pemborosan sumber daya yang ada.
     Sebagai alat untuk pengembangan jaminan kualitas pendidikan.
     Sebagai upaya untuk memenuhi dan mmewujudkan akuntabilitas lembaga pendidikan.
     Mempersiapkan alternatif kebijaksanaan di masa yang akan datang.

    6. Karakteristik Perencanaan Pendidikan
    Banghart dan Trull dalam Harjanto mengemukakan tentang karakteristik pendidikan adalah :
     Merupakan proses rasional, sebab berkaitan dengan tujuan sosial dan konsep-konsepnya yang dirarancang oleh banyak orang.
     Merupakan konsep yang dinamik.
     Perencanaan terdiri dari berbagai aktivitas agar dapat dikategorikan menjadi prosedur-prosedur dan pengarahan.
     Berkaitan dengan pemilihan sumber dana.
    Sedangkan menurut Udin Syaefuddin Sa’ud, karakteristik perencanaan pendidikan adalah :
     Sebgai proses rasional, sebagai pengembangan yang terorganisasi dari kegiatan pembelajaran masyarakat.
     Menyangkut tujuan sosial.
     Merupakan rancangan konseptual dimana kebijakan dan dibuat oleh kelompok.
     Konsep yang dinamis yang menjamin suatu rencana dikonstruksikan dengan lentur sehingga tidak terjadi penyimpangan.

    7. Unsur Perencanaan Pendidikan
    Menurut Endang Soenarya, unsur-unsur perencanaan pendidikan meliputi unsur kuantitatif, unsur kualitatif, unsur relevansi, dan unsur efisiensi.
    a. Unsur Kuantitatif
    Berdasarkan unsur kuantitatif, perencanaan pendidikan dilakukan berdasarkan pendekatan terhadap permintaan masyarakat. Karena masyarakat sebagai konsumen memiliki aspirasi dan perminataan yang terus berubah. Contohnya adalah usia awal mausuk SD adalah 7 tahuan, akan tetapi karena tuntutan dan kebutuhan masyarakat berubah maka usia awal masuk SD mulai sejak usia 6 tahun.

    b. Unsur Kualitatif
    Unsur kualitatif berarti perencanaan terhadap peningakatan kemampuan pengetahuan serta ketrampilan peserta didik, dan sebagai ukuran keberhasilan dan kualitas pendidikan adalah :
     KBM berjalan secara efektif, peserta didik mengalami proses pembelajaran bermakna, ditunjang oleh sumber daya dan lingkungan yang kondusif.
     Peserta didik menunjukkan prestasi belajar, ,mengetahui sesuatu dan dapat melakukan secara fungsional dan hasil pendidikanya sesuai dengan tuntutan lingkunganya.
    c. Unsur Relevansi
    Unsur relevansi menekankan pada hubungan antara pendidikan dengan tingkat perkembangna dan kemajuan serta perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan kecenderungan yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Pangkal tolak relevansi adalah mengamati bagaimana masa kini dengan masa yang akan datang. Karenanya perencanaan pendidikan harus dibuat dengan mengantisipasi kemungkinan perubahan dan kebutuhan di masa yang akan datang.
    d. Unsur Efisiensi
    Indikator efisiensi perencanaan dapat terlihat dari berbagai hal dalam pelaksanaan kegiatan. Misalnaya : tinggi rendahnya angka putus sekolah, sistem manajemen yang lamban, dan lingkungan yang kurang menunjang.
    Sedangakan menurut Yusuf Enoch, unsur-unsur perencanaan pendidikan meliputi :
     Keadaan sekarang
     Keadaan yang diharapakan yang akan dituju dan dicapai.
     Setrategi untuk mecapai sasaran.

    8. Perencana Perencanaan Pendidikan
    Petugas perencana pendidikan dapat dikategorikan sebagai berikut : Petugas tingkat pusat, Petugas tingkat propinsi, Petugas tingkat kabupaten / kota, Petugas tingkat sekolah.
    Dalam membuat perencanaan pendidikan dengan baik, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh seorang perencana :
     Permasalahan pembangunan dalam masyarakat yang berkaitan dengan sumber-sumber pembangunan dengan orientasi ke masa depan.
     Adanya tujuan atau sasaran yang akan dicapai.
     Adanya kebijakan, strategi dan cara untuk mencapai tujuan serta peilihan alternatif yang terbaik.
     Penjabaran program-program dari kegiatan yang konkrit.
    Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang perencana agar dapat melakukan tugasnya dengan baik diantaranya :
     Menganalisis data pendidikan serta data lainya yang berkaitan.
     Menerjemahkan implikasi rencana ekonomi makro ke dalam sektor pendidikan.
     Menganalisis proyeksi kebutuhan tenaga kerja.
     Memperhitungkan kebutuhan-kebutuhan baik jangka pendek, sedang dan jangka panjang.
     Menterjemahkan kebijaksanaan dalam suatu rencana yang opersional.

    9. Model Perencanaan Pendidikan
    a. Model perencanaan Khomprehensif
    Model ini menekankan pada analisis terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem pendidikan secara keseluruhan untuk dijadikan patokan dalam penjabaran rencana pendidikan yang lebih spesifik ke arah pencapaian tujuan yang lebih luas.
    b. Model perencanaan target setting
    Model ini menekankan pada proyeksi atau perkiraan tigkat perkembangan dalam jangka waktu tertentu.
    c. Model perencanaan costing dan efektivitas biaya
    Model ini menekankan pada analisis terhadap proyek-proyek secara ekonomi, dengan harapan dapat dipilih alternatif terbaik dalam memecahkan dan menaggulangi masalah yang akan muncul.
    d. Model PBBS (planning, programing, budgeting, system)
    Sistem perencanaan, penyusunan program, dan penganggaran adalah suatu pengorganisasian yang sistematis, analitis dan informasi keuangan yan terintegrasi kedalam semua program yang direncanakan, diimplementasikan, dan dievaluasi untuk menolong melakukan alokasi sumber pendidikan termasuk pembiayaan. Menurut Kast dan Rosenzweig PBBS merupakan suatu pendekatan yang sistematik yang berusaha untuk menetapkan tujuan, mengambangkan program-program untuk dicapai, menemukan besarnya biaya, lternative dan menggunakan proses penganggaran yang merefleksikan kegiatan program jangka panjag.
    Menurut Jujun Surya Sumantri, sifat esensial dari PPBS sebagai berikut :
     Memperinci dengan cermat dan menganalisi secara sistematis terhadap tujuan yang hendak dicapai.
     Mencari alternative yang relevan yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan.
     Menggambarkan biaya setiap alternative.
     Memberikan gambaran tentang efektivitas setiap alternative.
     Mencari kombinasi yang tepat diantara alternative yang memberikan efektifitas yang lebih besar.
    Faktor-faktor yang ditekankan oleh perencana pendidikan dengan model PPBS adalah :
     Berorientasi kepada output dan efektivitas.
     Mengalokasiakan dana kepada setiap program yang telah disusun secara sistematis dan analitis.
     Pembiayaan bersifat integrasi.
     Alokasi dana diatur / disusun atas dasar realita.
     Pengalokasian dana dibuat dan dimanfaatkan secara efisien.

    10. Hubungan Perencanaan dengan Manajemen Pendidikan
    Perencanaan merupakan bagian dari fungsi manajemen yang meliputi : perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, kepemimpinan, komunikasi serta pengawasan. Perencanaan pada manajemen pendidikan merupakan kegiatan manajerial dalam melaksanakan fungsi manajemen yaitu merancang sumber daya pendidikan secara bermutu, efektif dan efisien serta memiliki relevansi dan didasarkan atas kreativitas dalam pelaksanaanya dalam rangka memenuhi tuntutan dan kebutuhan peserta didik dan masyarakat akan pendidikan.

    11. Efektivitas Perencanaan Pendidikan
    Menurut Wahyu Sumidjo, perencanaan yang efektif bila mana :
     Dapat menjawab berbagai pertanyaan.
     Pragmatis, yaitu disertai perhitungan konkret berdasarkan asumsi logis.
     Operasioanal, dapat dilakukan dengan kemampuan yang ada.
     Ambisius tetapi realistis.
     Berlaku terus menerus sampai selesai.
     Fleksibel
     Kohoperenshif
     Ada sekala prioritas.
    Dia menambahkan pula tentang efektifitas suatu perencanaan bila :
     Perincian tujuan secara lengkap dan jelas.
     Perumusan kebijaksanaan.
     Analisi dan penetapan cara dan sarana untuk mecapai tujuan dalam kerangka kebijaksanaan yang telah dirumuskan.
     Penentuan sistem pengendalian yang memungkinkan sistem pengendalian dan perbandingan.
    Sedangkan Lembaga Adsministrasi Negara mengemukakan tentang perencanaan pendidikan yang efektif bila :
     Mempermudah mencapai tujuan yang telah ditetapkan
     Dibuat oleh orang yang memahami tujuan organisasi tersebut dan mendalami teknik-teknik perencanaan.
     Disertai dengan perincian yang teliti.
     Tidak lepas dari pemikiran pelaksanaan.
     Sederhana, sistematis, prioritas jelas, dan bahasanya mudah dipahami.
     Terdapat tempat mengambil resiko.
     Merupakan forecasting terhadap masa yang akan datang.

    12. Hambatan Perencanaan Pendidikan
    a. Politik
    Ketika Elite politik merumuskan kebijakan publik pada sektor pendidikan kurang mendapat perhatian dan kritik, maka kebijakan yang dihasilkan cenderung kurang memadai terhadap permasalahan pendidikan yang sedang dihadapi serta tuntutan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan perkembangan masyarakat.
    b. Ekonomi
    Penyesuaian anggaran yang diperlukan dengan anggaran yang tersedia sangat sulit ditemukan titik tengahnya. Karena seringkali anggaran yang tersedia tidak seimbang dan jauh kurang dari anggaran yang dibutuhkan.
    c. Waktu
    Kendala pemisahan waktu baiasanya pada rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang bersifat strategis.
    d. Hukum
    Sering terjadi pada suatu kebijakan pendidikan sudah diputuskan dalam UUD dan UU, akan tetapi peraturan pelaksanaannya yang bersifat teknik belum atau lambat pembuatanya.
    e. Pemimpin
    Adanya pemimpin yang sering menggunkan powernya dalam membuat rencana sendiri. Selain itu ada pula pemimpin yang kurang jelas dalam memberikan pengarahan rencana yang dibuat dan akan dilaksanakan.
    f. Keterlibatan banyak sumber daya
    Banyaknya literatur sumberdaya manusia yang mengisi organisasi dengan berbagai latar belakang, sering mengakibatkan perbedaan pendapat dan pandangan. Hal ini akan mempersulit dalam menyatukan persepsi skala prioritas yang harus direncanakan serta tahapan dan langkah-langkah yang harus direncanakan.

    PENUTUP

    Kesimpulan
    Perencanaan dapat diartikan sebagai kegiatan menentukan tujuan serta merumuskan, mengatur pendayagunaan sumber-sumber : informasi, finansial, metode waktu yang diikuti dengan pengambilan keputusan serta penjelasanya tentang pencapaian tujaun, penentuan kebijakan, program, metode-metode, dan prosedur tertentu dan penentuan jadwal kegiatan.
    Perencanaan Pendidikan adalah proses penyusunan alternatif kebijaksanaan mengatasi masalah yang akan dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dibidang sosial ekonomi, sosial budaya dan pembangunan menyeluruh terhadap pendidikan nasional.
    Perencanaan merupakan bagian dari fungsi manajemen yang meliputi : perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, kepemimpinan, komunikasi serta pengawasan. Perencanaan pada manajemen pendidikan merupakan kegiatan manajerial dalam melaksanakan fungsi manajemen yaitu merancang sumber daya pendidikan secara bermutu, efektif dan efisien serta memiliki relevansi dan didasarkan atas kreativitas dalam pelaksanaanya dalam rangka memenuhi tuntutan dan kebutuhan peserta didik dan masyarakat akan pendidikan.

    SUMBER : , Dari Berbagai Sumber.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s