ANALISIS KONSUMEN MEMILIH SMA

me save

One response to “ANALISIS KONSUMEN MEMILIH SMA

  1. ANALISIS KONSUMEN
    TERHADAP LANGKAH LANGKAH PEMILIHAN SMA

    Hal yang tidak terlepas dari setrategi pemasaran jasa pendidikan adalah analisis terhadap kebutuhan konsumen. Pola foarcesting/meramalkan kebutuhan konsumen menjadi satu acuan untuk mengembangkan kegiatan organisasi (lembaga pendidikan) sesuai dengan permiantan konsumen baik masyarakat, Pemerintah, dunia usaha dan dunia industri. Penjabaran inisiasi terhadap kebutuhan konsumen menjadi modal perencanaan dalam menjalankan progam pendidikan yang selaras agar lembaga pendidikan bisa memberikan layanan dalam bentuk mutu yang mengedepankan kualitas dari pada kuantitas.
    Awal liburan adalah suasana yang paling menyenangkan bagi para pelajar karena telah terlepas dari sedikit beban ujian dan UAN. Bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di SLTP mungkin terbesit pertanyaan dalam hati, Mau kemana setelah lulus SLTP?. Sekolah seperti apa yang harus saya pilih untuk melanjutkan pendidikan saya kelak?
    Pertanyaan ini sering diucapkan antar siswa SMP kelas IX, juga orang tua mereka. Sambil masih berdebar-debar menanti kepastian kelulusan, para siswa dan para orang tua mulai mencari-cari sekolah yang baik, dan bermutu untuk kelanjutan pendidikan anak-anak mereka. Pertanyaan di atas meski sederhana, tidaklah mudah untuk menjawabnya. Tetapi yang jelas, tidak semua SMA Negeri bermutu, tidak semua SMA Swasta jelek mutunya, dan atau tidak sedikit SMA Swasta yang berkualitas serta difavotitkan masyarakat, bahkan ada yang lebih baik dari SMA Negeri terbaik.( http://naufal.smamda.org atau google:naufalinles.)

    Salah satu peran jasa pemasaran pendidikan adalah menganalisa kebutuhan konsumen terhadap layanan jasa yang diinginkan sesuai dengan perkembangan jaman. Kebutuhan layanan jasa pendidikan dari konsumen sangat bervariatif, hal ini disebabkan karena kebutuhan terhadap pendidikan merupakan masalah yang kompleks. Dalam posisi persaingan yang semakin ketat, lembaga pendidikan harus mampu menempatkan diri menyediakan produk yang bisa bersaing dan memiliki mutu yang berkualitas. Bagaimana menjadi pilihan konsumen ditengah persaingan yang sangat ketat ini?
    Ada beberapa hal yang sangat berkaitan erat dengan langkah-langakah pemasaran jasa pendidikan yang berimplikasi pada pengambilan keputusan konsumen terhadap pemilihan produk/jasa pendidikan SMA yaitu :

    1. Kebutuhan konsumen

    Masyarakat sebagai konsumen terhadap jasa pendidikan tentunya sangat mengharapkan agar anaknya kelak memperoleh pendidikan yang berkualitas, mampu bersaing di pasar kerja atau memiliki kompetensi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kemampuan/skill yang diharapakan dari proses pendidikan tentunya tidak terlepas dari kualitas layanan yang diberikan oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan. Bagi kalangan masyarakat ekonomi menengah keatas, pendidikan merupakan investasi yang sangat berharga, maka persoalan biaya untuk proses operasionalisasi pendidikan tidaklah menjadi masalah yang serius, dengan catatan bahwa anaknya memeperoleh pendidikan yang bermutu serta prestasi yang berkompetensi.
    Lalu bagaimana nasib masyarakat kalangan ekonomi menengah kebawah?. Tidak bisa kita pungkiri hukum permintaan dan penawaran yang menyatakan bahwa harga tinggi kualitas tinggi dan sebaliknya. Bagaimana pula peran lembaga pendidikan agar bisa memberikan layanan kepada semua kalangan masyarakat?.
    Dalam menjawab permintaan kebutuhan konsumen akan layanan jasa pendidikan SMA, yang perlu diperhatikan adalah peta perekonomian yang ada di sekitar sekolah dan kemampuan belanja masyarakat terhadap kebutuhan pendidikan. Namun demikian, Seiring dengan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah telah mengupayakan berbagai program pendidikan yang bermutu tetapi dengan biaya yang terjangkau sehingga segenap lapisan masyarakat dapat mengakses dan menggunakan layanan jasa pendidikan tingkat SMA.
    Terlepas dari banyaknya masalah kemampuan pembiayaan pendidikan, muncul masalah baru yakni persaingan yang sangat ketat antar lembaga pendidikan. Berbagai persaingan yang muncul ini menuntut lembaga pendidikan berusaha berlomba-lomba memberikan program terbaik dengan jaminan pada kompetensi lulusan.
    Pada dasarnya konsumen selalu menjatuhkan pilihan sekolah SMA pada lembaga pendidikan yang memiliki kualitas tinggi tetapi dengan harga yang terjangkau. Pilihan ini berdasaran prinsip ekonomis karena pendidikan tidak akan terlepas dari kegiatan perekonomian baik secara makro dan mikro. Terkecuali bagi para konsumen yang memiliki kemampuan secara finansial tentu saja akan menjatuhkan pilihan pendidikan di lembaga yang benar-benar berkualitas dan memiliki standar secara nasional.

    2. Jaringan Informasi

    Salah satu faktor yang menentukan pilihan konsumen terhadap sebuah produk/jasa adalah informasi mengenai lembaga tersebut yang dapat diketahui oleh masyarakat luas. Peranan informasi sangat penting, karena keseluruhan program atupun prestasi dan segala seluk beluk produk dari lembaga pendidikan yang ditawarkan dapat diterima konsumen melalui berbagai jaringan informasi baik yang telah tersedia secara umum maupun jaringan yang dibuat khusus oleh sekolah yang bersangkutan.
    Dengan adanya berbagai informasi yang dikembangkan pihak sekolah, para konsumen akan lebih mudah menentukan pilihan sekolah yang lebih cocok bagi anaknya kelak dalam menempuh pendidikan di tingkat SMA. Untuk menjawab tantangan kecepatan dan ketepatan arus informasi, pihak sekolah harus mampu menyediakan berbagai media informasi yang tepat akurat serta efisien agar para konsumen tidak menerima informasi yang tidak sesuai. Jaringan yang dikembangakan bisa melaui; telepon, internet, media cetak, media elektronik, reklame, brosur, pamflet, buletin sekolah, dsb.

    3. Persaingan Layanan

    Dalam menarik minat konsumen terhadap layanan jasa pendidikan adalah kemampuan sekolah berupaya memberikan layanan terbaik terhadap anak didik. Layanan terbaik tersebut berupa anak didik bisa memiliki kemampuan intelektual, memiliki moral spiritual serta skill yang sesuai dengan kompetensi pada lulusan di sekolah SMA. Untuk mewujudkan semua itu pihak sekolah harus berupaya keras memenuhi permintaan konsumen dengan berbagai program serta penyediaan sarana dan prasarana yang berkaitan dan menunjang proses pembelajaran.
    Bagi konsumen akan selalu menentukan pilihan dari berbagai informasi yang diterima dengan saling membandingkan sekolah mana yang lebih unggul serta lebih kompetitif dalam memberikan pendidikan terhadap murid. Selain memperhitungkan layanan yang diberikan, konsumen juga akan terus berusaha menjatuhakan pilihan pada sekolah yang memang cocok dan sesuai dengan kebutuhan dan masa depan anaknya.

    4. Arus Minat Umum

    Arus minat umum konsumen terhadap sekolah biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan orang tua serta lingkungan di sekitar. Minat secara umum terhadap pemilihan lembaga pendidikan biasanya masih saling berkaitan dengan kelompok-kelompok sosial yang terjalin dalam kumpulan-kumpulan kecil di masyarakat. Karena pada kenyatanya banyak sekali orang tua yang menyekolahkan anaknya bukan atas dasar kebutuhan dan potensi anak, akan tetapi atas dasar trend sekolah serta pengaruh-pengaruh lingkungan. Hal ini terbangun karena dalam lingkup masyarakat masih menganggap bahwa lembaga pendidikan yang bermutu baik akan selalu membawa anak didik menjadi lebih baik. Padahal jika digali berbagai potensi yang ada dalam diri anak didik, belum tentu anak cocok dengan sekolah yang memiliki taraf nasional secara akademik tetapi belum menyediakan sarana untuk kompetensi ekstra yang lain.

    5. Reward Dari Hasil Produk

    Reward adalah berbagai umpan balik yang diterima sekolah yang datang secara sendiri mengenai berbagai layanan yang ada di sekolah. Untuk sekolah yang mampu menyediakan pendidikan yang bermutu biasanya sedikit mendapat komplain, permasalahan serta kendala baik dari orang tua maupun anak didik sendiri. Konsumen yang puas terhadap layanan jasa pendidikan justru akan bersinergi untuk saling membantu dan menunjang proses kegiatan pembelajaran yang ada di sekolah agar berjalan nyaman serta kondusif.
    Dalam proses membantu serta menunjang kegitan pendidikan, biasanaya konsumen akan berusaha dan berupaya menjalankan berbagai kewajibanya yang telah dibebankan oleh sekolah agar proses operasionalisasi pendidikan berjalan lancar dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    PIHAK-PIHAK YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MENENTUKAN PILIHAN SEKOLAH SMA

    1. Initiator
    Anak didik yang menginginkan pendidikan sekolah SMA adalah pelaku initiator. Selain dia sebagai pelaku dalam proses pendidikan nantinya, ia juga akan berusaha menentukan dan menimbang sekolah mana yang lebih tepat baginya dalam menimba ilmu dan mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Orang tua juga memiliki andil yang sangat besar dalam menentukan pilihan sekolah. Maka kemampuan orang tua dalam memperoleh informasi tentang suatu sekolah akan mempengarauhi keputusan anak kelak dalam melanjutkan sekolah.
    Upaya yang dilakukan initiator adalah mencari berbagai informasi tentang sekolah baik melalui media elektornik, cetak ataupun media yang laian. Dari informasi inilah maka dia akan berusaha membadingkan berbagai sekolah yang ada yang memiliki kualitas terbaik menurutnya.
    Disini peran informasi dan jaringan komunikasi sangatlah menentukan, karena intiator berperan sebagai konsumen akan sangat mungkin menjatuhkan pilihan terhadap sekolah SMA berdasarkan informasi yang bisa ia dapatkan/akses.

    2. Ifluencer
    Guru, orang tua, teman, dll, adalah para pelaku Influencer dalam tahap menentukan pilihan sekolah untuk jenjang SMA. Mereka memiliki peluang yang sangat besar terhadap berbagai pilihan sekolah yang diinginkan User agar mengikuti pilihan sekolah yang diinginkanya. Ketepatan informasi yang diperoleh Ifluencer bisa menjadi penentu pilihan konsumen dalam memilih sebuah sekolah SMA.
    Guru dan perangkat sekolah lain adalah orang-orang yang sangat disegani anak didik. Informsi yang berasal dari mereka akan selalu menjadi referen baik yang berkaitan dengan pembelajaran atau tidak. Begitu halnya dengan informasi tentang pendidikan lanjutan bagai anak kelas IX. Akan sangat mungkin dipengaruhi oleh infomasi yang dimiliki guru dan sekolah menengah tentang sekolah yang cocok untuk pendidikan selanjutnya. Maka tuntutan yang muncul dalam jasa pemasaran adalah memberikan akses informasi bagi sekolah-sekolah lain agar bisa mengetahui tentang berbagai macam program dan layanan jasa pendidikan yang dimiliki.
    Orang tua, teman sebaya adalah para Influencer yang memiliki pengaruh sangat besar terutama pada anak yang baru mau memasuki pindidikan tingkat SMA. Pengaruh dari para influencer ini akan melabilkan pilihan seorang anak terhadap satu sekolah apabila influencer tidak memiliki pemahaman yang luas terhadap berbagai sekolah yang ada.

    3. Decider

    Kemampuan serta pemahaman orang tua dalam mencari dan memperoleh informasi lembaga pendidikan SMA yang mampu memberikan layanan berkualitas akan sangat berpengaruh terhadap penentuan pilihan konsumen terhadap sekolah. Mungkin sebagian orang tua menyerahkan keputusan pemilihan sekolah kepada anaknya, dan sbagian lagi memaksakan anaknya sekolah pada lembaga pendidikan sesuai dengan keinginan mereka.
    Hal yang paling mempengaruhi dan mereduksi terhadap keputusan Decider dalam menentukan pilihan adalah pengetahuan serta informasi yang tepat. Bagi pengembang proses pemasaran jasa pendidikan, lagi-lagi sistem informasi menjadi bagian yang sangat diharapkan para konsumen agar mereka memiliki berbagai referen dan pengetahuan dalam menentukan pilihan sekolah SMA.

    4. Buyer

    Bagaimana orang tua menentukan pilihan sekolah bagi anakanya adalah berdasarkan informasi, jasa layana yang diberikan, mutu dan kualitas serta pembiayaan yang terjangkau. Posisi buyer akan selalu menjatuhkan pada kualitas dan mutu terbaik dengan harga yang terjangkau. Hal ini tidak lepas pengaruh perekoneomian secara umum yang belum stabil dan tidak merata.
    Untuk itu, kedekatan sekolah dengan komite sekolah serta masyarakat dan pemerintah serta dukungan informasi akan sangat mempengaruohi terhadap jumlah buyer pada tahap tahun berikutnya.

    5. User

    Anak sebagai User dalam memutuskan pemilihan sekolah SMA tentunya akan sangat dipengaruhi oleh guru, teman dan juga orang tua. Meskipun biasanya anak memiliki keinginan tersendiri, tapi pada usia ini anak masih sangat rentan terhadap pengaruh yang muncul dari lingkungan sekitarnya. Pengaruh-pengaruh inilah yang akan membawa User menjatuhkan pilahan sekolah SMA yang kadang tidak selaras dengan keinginanya.
    Seorang anak/user biasanya akan memilih sekolah dimana sekolah yang dia pilih menjadi pilihan temen-temanya pada sekolah sebelumnya. Hal ini terjadi karena hubungan sosial antar mereka yang terjalin sudah menjadi kebiasaan yang rasanya akan lebih sulit lagi membuka jaringan baru untuk teman-teman yang baru di sekolah berikutnya.

    Informasi yang tepat dan akurat tentang SMA Negeri dan Swasta yang berkualitas, baik dari teman, alumni SMP kalian, tetangga rumah, dan orang tua, teman kerja mereka, juga di internet atau dunia maya akan sangat mempengaruhi terhadap keputusan pilihan konsumen. Sekolah yang memiliki status akreditasi baik, kurikulum yang digunakan, dan fasilitas pendukung belajarnya (Ruang Multimedia, Laboratorium IPA, IPS, Komputer, dll). akan menjadi bahan pertimbangan yang sangat menentukan. Selain itu, keprofesionalan pendidiknya (bersahabat, mudah dimengerti pembelajarannya, disiplin, dan bisa menjadi teladan), juga tingkat kelulusan siswanya, serta prospek pasca lulus atau kemudahan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi baik di PTN maupun di PTS favorit. Sekolah yang peduli pendidikan dan perhatian kepada siswa, biasanya menyediakan keringanan SPP untuk siswa yang kurang mampu, dan bea siswa bagi mereka yang berprestasi.

    Kelompok gado-gado

    ANALISIS KONSUMEN TERHADAP PEMILIHAN SEKOLAH SMA

    1. Soim Setyo Pambudi
    2. Abdul Muaz
    3. Ferni Agustia Kristari
    4. Budi Kurniasari
    5. Nurul Hidayatullah
    6. Dwi Prasetiawati
    2 jam yang lalu ยท Hapus Kiriman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s