KENAPA KASUS ARIEL TERUS DIEKSPLOITASI

One response to “KENAPA KASUS ARIEL TERUS DIEKSPLOITASI

  1. Dalam pidatonya pada pembukaan gelaran MTQ Nasional ke 23 yang berlangsung di Bengkulu, Bapak Gubernur, Bapak Menteri Agama, dan Bapak Presiden, Mengungkapkan tujuan ajang ini adalah sebagai pembentukan karakter dan pendidikan Moral bangsa. melalui wadah Musabaqah Tilawati Qur’an yang dilaksanakan 2 tahun sekali ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi-generasi yang memiliki kualitas intelektual dan spiritual agama sesuai dengan perkembangan jaman.

    Presiden Juga mengungkapkan bahwa Ilmu Al-Qur’an adalah sumber dari segala ilmu pengetahuan. Maka Beliau menghimbau, Bahwa Kitab Suci ini bukan hanya sekedar dibaca atau dilantunkan dengan indah, tapi lebih utama dari itu adalah bgaimana menerapkan makna-makna ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Setelah perhelatan MTQ berlangsung kurang lebih 1 minggu, MENAG kembali menegaskan pada penutupan kegiatan ini bahwa Pendidikan Al-Quran sangatlah penting untuk membangun sendi kehidupan berbangsa dn bernegara yang selaras, harmonis dn Agamis.

    Wakil Presiden Budiono, yang menutup secara resmi acara ini mengucapkan selamat bagi para pemenang, dan bagi yang belum janganlah berkecil hati. Tujuan utama ajang ini adalah pembentukan Karakter bangsa bukan sekedar mencari pemenang. Dan Melalui ajang ini diharapkan mampu menumbuhkan para penerus dengan mencerminkan kehidupan yg berpedoman pada Al-Qur’an.

    Begitu Mulia tujuan dari kegiatan MTQ, yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. Dengan berbagai harapan masyarakat bisa mengambil hikmah dari perhelatan yang sarat dengan pendidikan akhlak ini.

    Tapi ada sedikit hal yang perlu disayangkan. Kegiatan yang seharusnya bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, justru tak satupun media Televisi yang meliput dan menyiarkanya. Harapan dari panitia, dan para Petinggi Negara pun seakan hanya tinggal harapan, karena proses jalanya kegiatan tidak dapat dinikmati oleh masyarakat, apalagi untuk mengambil hikmahnya, hmm… Aneh kan? Dan mungkin yang sempat saya saksikan acara ini d salah satu stasiun Tv hanya sebatas pembukaan dan puncak penutupanya saja.

    Lebih ironis lagi, Kegiatan yang d laksanakan kurang lebih 2 minggu yang lalu, justru tertutup oleh gejolak sosial akibat beredarnya video tak senonoh oleh beberapa artis papan atas. (wow?)
    Animo masyarakat sangat besar trhadap keingin tahuan tentang video2 tersebut. Hal ini juga disebabkan oleh gencarnya berbagai media terutama Televisi yang mengangkat video tersebut menjadi topik /top news yang berlangsung hampir 5 hari bahkan sampai saat ini.

    Mungkin Pesan para petinggi bangsa ini untuk “membentuk karakter Bangsa melalui kegiatan MTQ…” tak sempat dijadikan referensi oleh para pelaku media. Mengapa demikian? Karena media lebih gemar meliput hal2 yg justru meruntuhkan moral Masyarakat ketimbang acara yang mampu memberi makna pendidikan akhlak bagi generasi muda.

    Sering kita mendengar slogan “Televisi Pendidikan” atau slogan lain “News + sport”. Hmm… Mungkin bnyk lagi slogan yang lain, tapi kenyataanya eksistensi pesan pendidikan selalu tersisih oleh kehebohan berita yang seyogyanya tak pantas diberitakan apalagi sampai berulang-ulang. Hmm…heran…!

    Di-era Orba, kegitan semacam MTQ Selalu d siarkan melalui stasiun Tv. Dengan begitu, seluruh masyarakat d Tanah Air bisa menyaksikan, dan motivasi yang muncul adalah bagaimana para orang tua, guru mampu mendidik tentang ajaran Al-Qur’an sehingga kelak generasinya memiliki pengetahuan Agama yang mampu membentengi diri dari gejolak perubahan jaman.

    Bukan sesuatu yg mustahil, tapi kenyataanya masyarakat akan memperoleh pengetahuan dari berbagai acara televisi. Dan patut kita pertanyakan adalah bagaimana karakter bangsa yang ingin dibentuk jika masyarakat justru disuguhi berita-berita yang berbau pornografi, dsb. Bahkan sebenarnya orang tua sangat khawatir terhadap anak2nya jika stiap hari menkonsumsi pemberitaan semacam ini.

    Cukuplah pemberitaan dan kasus semacam ini d tangani oleh pihak-pihak yang berwajib. Sangat menyayangkan sekali jika hiburan melalui stasiun Tv, justru memberikan inspirasi kepada remaja dn anak2 untk penasaran dan keingintahuan trhadap hal2 yang negatif. Karena yang terjadi Para remaja dan anak2 bnyk memperoleh informasi dari televisi. Seyogyanya pemberitaan amoral seperti ini tidak terlalu dieksploitasi, sebab konsumen televisi adalah semua umur dn semua kalangan masyarakat, baik di kota maupun pelosok desa.

    Mungkin Akan lebih berkualitas semacam pagelaran acara Piala Dunia. Dengan setumpuk harapan kita mampu meniru Negara2 yang sangat serius mengukir prestasi. Pertunjukan yang mempertontonkan keindahan ktrampilan mengolah kulit bundar tentunya akan memovitasi para atlit kita untuk terus berlatih dan berprestasi. Bagaimana kita mengambil pesan2 melalui programa TV untuk ikut mengharumkan nama Bangsa dan Negara di mata Dunia.

    Semoga kedepan, media kita lebih selektif dalam menyuguhkan acara yang lebih mengandung pesan pendidikan ketimbang berita yang membangkitkan opini dn pemikiran negatif bagi masyarakat terutama pemberitaan yg berbau pornografi dll. Karena hampir 90% masyarakat memperoleh informasi dari media televisi.

    (OPINI)😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s